Petaka Aplikasi Online

Petaka Aplikasi Online

Suatu hari di bulan Desember 2019, disuatu rumah perkomplekan sederhana di Jakarta, seorang gadis sedang sibuk dengan gadgednya, sliding kanan – kiri di suatu aplikasi kencan online terkenal saat ini berinisial “T”. Gadis bernama Dewi ini sesungguhnya baru saja dilamar jejaka yang sebetulnya juga tetangga 1 komplek yang sudah pacaran lebih dari 3 tahun lamanya, sebut saja lelaki itu bernama Dermawan, bukan hanya namanya yang dermawan, hatinya juga sudah tulus menjaga wanita yang dia cinta. Sayang itu berkebalikan dengan sang pujaan hati yang masih ingin bermain mencari celah sempit mendapatkan jejaka yang mungkin lebih baik buat dia.

Sang Dewi

“Good mooorning!” “Pagi!” “Pa kabar?” “Hai Pagi”. Begitulah sapaan cowo2 aplikasi T setiap paginya di HP Dewi, entah ada berapa puluh chat dari pria-pria diluar sana menyapa si cantik jelita Dewi. Sebut saja Dewi, perempuan keturunan sunda parahiyangan ini memang menggoda. Tubuh sintal, rambut panjang dengan BH Ukuran 36B benar2 menyihir dan menggoda pria-pria aplikasi T. Dewi sehari – hari membungkus tubuhnya dengan jilbab modis akan tetapi sering kali memakai T-Shirt dan celana pensil yang membuat pria yang melihat pasti melirik kepadanya. “hemmm morning”, “pagi” dan “kabar baik” dibalas satu persatu oleh Dewi dengan sabarnya. Dewi saat ini sedang masa emasnya, umur 25 bagi wanita adalah umur yang cukup merekah dan umur yang umumnya banyak kumbang – kumbang pria mendekat. Aplikasi T semakin membuat Dewi lupa akan statusnya sebagai tunangan Dermawan, sungguh tragis memang, karena Dermawan sudah cukup habis-habisan menyisihkan gajinya untuk ditabung bersama di rekening atas nama Dewi.

Sikap “materialistis” inilah yang berpotensi membuat sang Dewi menemui hal yang tidak pernah dia sangka akan terjadi padanya.

Seperti biasa, tiap paginya sapaan dari pria-pria aplikasi T menyapa Dewi. 10 chat berurutan tidak membuat Dewi puas, dia tetap mencari pria lain. Sampai suatu saat Dewi melihat profile seorang pria berwajah Oriental, berambut klimis dan berbadan sangat atletis. Sudah tentu Dewi langsung “geser kanan” pria tersebut. Pria tersebut bernama Hendrik, iya dari namanya sudah pasti bukan seagama dan mental materialistis dan petualang Dewi membuat jemarinya tak tahan untuk segera menyapa Hendrik. “Hai Koko Hendrik” begitu kalimat pertama dewi terucap kepadanya. “Hai Mbak Dewi, thx ya udah geser kanan”, Sang Pria menjawab, lalu sang pria langsung memuji profile picture Dewi “Hai Mb Dewi, kamu cantik banget, kaya Dewi kahyangan, aku seumur-umur di aplikasi T baru sekali loh nemu yang kaya kamuh” ujar Hendrik. Dewi senang bukan main, akan tetapi dia sempet meragukan keaslian foto dari si koko tersebut. “Koko itu beneran poto kamu, pasti boleh ambil dari google ya, hehe” begitu ujar dewi. “Widih klo ga percaya ayo kita VC” Hendrik menantang dan memberikan nomor WA nya untuk Dewi simpan. Dewi sempat ragu, selain takut kena prank “f*ck Boy” lagi Dewi masih ragu melamun karena dia cukup berpikir jika suatu saat Dermawan mengetahui kenakalannya. Ragu akan tetapi akhirnya Dewi mengetikan nomor WA nya juga.

Lamunan Dewi segera berakhir ketika suara ringtone dari Whatsapp call berbunyi, “astaghfirullah, sapa itu yang call” dalam hati Dewi berbisik. Nomor asing masuk dengan status Video Call. photomemek.com Sempat ragu, akhirnya Dewi mengangkat call tersebut. “Hai dewi ini Gw Hendrik” begitu sapanya, Dewi sempat terpana, iya terpana, karena lawan bicaranya benar-benar good looking, dengan badan tegap atletis rambut klimis dan saat itu memakai baju T-Shirt sangat menonjolkan badan Pria Sejati. “Hi koko, wow koko beneran ganteng” kata Dewi. “Iya lo ngeledek gw sih, gw kan jadi terpancing, lagi gw jg sempet ragu sama poto lo” ucap Hendrik. “iya met kenal ya Koh, ato ak panggil sapa nih, AA, Akang, ato.” Dewi membalas. Hendrik langsung memotong “panggil beb ajah, ak liat kamu cakep banget, boleh dong deket”. Dewi ragu dan berpikir sejenak, Setan sudah sangat menguasai Dewi “ih beb baru kenal juga”. “iyaa tenang ja nanti kita ketemuan di mall deket rumah kamu, skalian ak traktir ngopi2, dah lama ga ngedate nih” Hendrik berkelakar. “Iya koh, nanti ya kalau aku dah nyaman” kata Dewi, sekalian beli waktu dia untuk berpikir gimana cara bermain cantik dibelakang Dermawan.

“Hai mamih, kita kan udah resmi nih, jalan-jalan natal tahun baru yuk nanti, mau?” pesan WA dari Darmawan muncul di HP Dewi. Dewi hanya melihat saja dan lebih asik dengan aplikasi T karena saat ini Dewi sedang terobsesi dengan Kokoh muda ganteng yang lebih memikat dibanding Dermawan. Iya ini minggu pertama Dewi chat dengan Hendrik akan tetapi sudah amat dekat satu sama lain, gaya omongan Hendrik yang lugas dan gentle memikat Dewi. Chat dari Dermawan tidak dibalas berjam-jam sampai Dermawan mencoba telp Dewi, sayang nada sambung sibuk selalu terdengar dari nomor Dewi yang bikin Dermawan resah. Sedang apakah tunangannya di sana. Apakah ada hal yang lebih penting? Begitu pikiran Dermawan.

-Rumah Dewi-

Seorang gadis meliuk – liuk dengan liarnya di dalam kamar mandi, memakai cadar dan jilbab, akan tetapi hanya memakai daleman saja. Dewi sudah semakin lupa akan tunangannya, karena hari itu pertama kalinya Dewi terpancing dengan godaan Hendrik. “Beb terus goyang, nungging sama nganggang dong” ujan Hendrik, “ih ga ah beb, malu” kata Dewi. Ga lama tring pesan dari internet banking Dewi bunyi. Iya sekarang Dewi sudah sering ditransfer duit dari Hendrik. “udah ak kirim 100 tuh, dah skarang nungging beb, lagi kan muka km tertutup, beli dance dong” ujar hendrik. Dewi yang saat itu sudah agak bernapsu akhirnya menuruti, badannya goyang kanan goyang kiri, nungging dan tanpa disengaja, Dewi melepas cadarnya. “eh Ups koh, ak benerin dlu ya cadarnya” ujar dewi malu.

“hahaha, gak papah orang cuman gw yg liat” ujar Hendrik. “beb napsu nih, gw kirim 500 lo bugil ya boleh” kata hendrik lagi. “jangan Koh, malu” kata dewi sambil posisi menungging. Hendrik melihat celana dalam Dewi basah. Hendrik pun memancing Dewi dengan langsung bugil dan memamerkan kontolnya yang panjang. “haaaaah itu apa koh gede gila” dewi terpana. “Ayo Beb bugil klo ga gw masukin lagi nih” hendrik mengancam. “iya koh, 500 ya”, Dewi masih nego. Cring2 internet banking berbunyi dan langsung Dewi membuka semua bajunya, saking napsunya dia juga melepas cadar dan jilbabnya. “Koh aku horny” kata Dewi. “udah masukin aja tuh remot TV” kata Hendrik. “Tapi aku masih perawan” kata dewi dan hendrik tertawa lepas bahagia karena di kepalanya dia berfikir bahwa dia berhasil nemuin perawan yang amat susah dicari saat ini. “yaudah jangan deh, off dulu aja beb” kata Dewi. “iya koh maap ya”.

Selesai VC dengan dewi yang meliuk2 di hp Hendrik, iya ternyata Hendrik merekam aktivitas barusan. Dengan senyum liciknya. “Bos gw ada barang bagus lagi nih, masih segel, bisa angkut mahal nih” Hendrik telpon seseorang di sanah. “iya buat lelangan akhir tahun bos, kirim DP dulu klo ok” Hendrik melanjutkan obrolannya.

Dermawan emosi, dengan penuh curiga, dia telpon Ibunya Dewi yang bernama Ira, “Tanteh Dewi kemana kah? Kok ga ada kabar ya”. “Eh kamu wan, engga kok dewi ada dirumah aja, dari tadi, itu bolak balik kamar mandi aja, lagi sakit perut kali” ujar Ibu Ira, terus ga lama Ibu Ira teriak ke kamar Dewi, “kamu sakit perut ya nak? Beb kamu cariin nih”. Dewi panik, lalu segera ambil HP nya dan telpon Dermawan. Karena Dewi mendengar tadi ibunya bilang sakit perut, membuat Dewi memakai alesan itu untuk meredam kecurigaan Dermawan. “Pih maap aku lagi dateng bulan nih, sakit banget plus tadi salah makan kayaknya”. Dermawan akhirnya calm down “Iya Mih yaudah klo gitu, maaf abis hp km sibok mulu”. Dewi beralasan “Pih hp nya ak charge kok,mungkin tadi banyak telemarketing asuransi telpon, hehehe” dan akhirnya pasangan menuju halal tersebut bercanda ria.

-Rumah Hendrik-

Kriing wa call berbunyi, tertulis Big boss disana. Big boss diHP hendrik adalah seorang keturunanbernama Andre, pria sudah uzur ini merupakan orang kaya, dengan rumah besar dan ruko dimana-mana. Hendrik dengan gelagapan mengangkat telpon itu. “Hendrik lo lama banget angkatnya, mau duit ga” kata Andre. “mau lah bozzku, jadi angkut nih project yang tadi?” Hendrik berujar. “Bungkus ye, main aman, gw krim dp ke elo” Andre menekankan kalimatnya. “Siap boss pokoknya target akhir tahun aman lah” kata Hendrik.

Telpon pun terputus, “hahahaa nikmatnya bisnis beginian” ujar Andre sambil merapikan celana nya. “udah cukup dulu, lo anjing istirahat sana” ujar Andre memerintahkan seseorang wanita. Iya wanita itu tadi sudah lama duduk di kolong meja big boss Andre, tanpa baju sehelai pun melekat dan dengan kalung tertulis angka 13. Andre ga kenal nama wanita itu, tapi ditempatnya sekarang, wanita itu disebut dengan nomor 13. sungguh apes wanita bernama 13 ini, sesungguhnya nama asli dia adalah Dian, dia dulu salah satu sales asuransi yang “tergoda” dengan bujuk rayu Andre. “Eh lo 13, iya elo, cepet bebersih, mandi yang rapi, nanti lo ada job waktu deket ini, kan lo paling jago ngecapin orang, hahaaha” Andre mengejek Dian sekenanya.

Dian mengangguk, dan segera berdiri dan berjalan keluar ruangan Andre. “heh lo apa2an diri, lo disini ga berhak diri anjing!!” ujar Andre dan menekankan Dian “Anjing manabisa jalan 2 kaki, hayo yang bener!”. Dian pun mengangguk, dan segera merangkak keluar dengan kalung yang secara fisik memang mirip kalung anjing, Dian merupakan “pegawai senior” Andre saat ini dengan umur yang sudah kepala 4, tapi body MILF dian masih menggoda, dengan toket yang sudah rada turun tapi ukuran bh cup 38D, rambut pendek bob gaya jaman 80an benar2 membuat Dian kurang menarik bagi anak muda. Itulah mengapa Dian masih “available” sampai saat ini dan mengabdi pada Andre entah sampai kapan.

Hari demi hari, Dewi dan Hendrik semakin intim, semakin sering Video Call tanpa diketahui Dermawan. Memang VC yang dilakukan dewi semua “normal” alias tepap lengkap berpakaian, tetapi hati wanita tersebut sudah terbelah, kini dia sudah mulai”nurut” dan “sayang” dengan koko barunya. WA msg Dermawan sekarang sudah seperti tawar buat Dewi.“Akhir tahun jadi ke Bali ga mih” dermawan mengirimkan pesan ke Dewi. “Astaghfirullah papih, sabar atuh, udah tunangan juga, jangan zinah ah, dosa” Dewi membalas dan melengkapi pesan nya “papih jangan nakal ya, sholat terus tu biar ga ngeres”. Dermawan yang membaca pesan tersebut hanya membalas “Alhamdulillah, makasih mih udang ingetin,maaf ya papih suka ga sabar”. Suatu perbincangan yang sangat agamis sekali antara pasangan ini, berbanding kebalik ketika Dewi membalas pesan Hendrik dimana hendrik mengirimkan pesan “Beb pagi, poto TT dong, mau sarapan susu nih”, ga berlangsung lama, foto Dewi nungging dengan TT tanpa terbungkus pun melayang ke hp Hendrik dengan caption (special buat kamuh). Dibalik HP, hendrik tertawa riang dalam hati hendrik berkata “Hahahaa, kena lo, akhirnya kirim poto aurat juga”. Hendrik membalas poto Dewi dengan poto dia yang bugil dengah kontol mengacung dan Dewi berdebar sangat melihat foto balasan itu, memek Dewi pun basah dan dia kaget ketika Hendrik langsung VC dan dewi dengan panik mengangat VC tersebut dan semakin “sange” ketika melihat lawan bicaranya menampilkan pemandangan “vulgar” seperti itu.

“Beb, ketemuan yuk week end ini, ngopi2 ato apalah, ak suka kamu dan mau deket lagi, percaya deh kamu bakal bahagia ma aku” Hendrik membuka pembicaraan tersebut. “Hah akoh…” Dewi membalas tapi berfikir keras gimana cara mengelabuhi Dermawan kekasihnya week end nanti. “Kenapa beb, ga berani, atau ga mau sama aku, ayo lah” Hendrik menghasut Dewi. Berpikir keras, akhirnya Dewi mengiyakan tawaran Hendrik, dan menerima untuk ngopi-ngopi cantik di suatu mall high class di Jakarta. “Gitu dong beb, baru beb akuh, see you on week end” Hendrik menutup telpon itu dengan nada romantis.

Bingung untuk bilang apa ke Dermawan, akhirnya Dewi meminta mamahnya untuk meminta Dermawan mengantar Ibu Ira ke pengajian sabtu ini. Tak berlangsung lama, akhirnya Ibu Ira menuruti dan bodohnya Dermawan juga menyetujui hal ini.

-Rumah Hendrik-

Diruang tamu rumah Hendrik yang terbilang sederhana, ternyata dia tidak sendirian, dengan pose bugil ternyata didepan Hendrik sudah duduk bos Andre. Bos Andre dengan baju setelan jas hitam duduk manis sambil mengikat tali kekang anjing, akan tetapi bukan anjing yang diikat disebalahnya, namun seorang wanita berkalung 13 (Dian), saat ini dian tanpa malu berbugil ria, MILF ini memang sudah putus urat malunya.

“Boss andre udah yah, week end ini setup jebak barang baru” Hendrik berbicara dengan bos Andre dan menipali “DP mana boss, mumpung kita ketemu ini”. Andre menjawab “Mau duit apa memek Ndrik”. Sambil tertawa terbahak Hendrik menjawab “Gila lo, gw ga ngankat ma peliharan lo boss, kaga bisa buat bayar kopi ma hotel”. Andre pun tertawa dan melempar amplop coklat “Nih Ceban dulu ya, anggep aja tanda jadi, awas klo gagal balikin!!!, btw ni bonus tuh memek, kasian dari tadi udah nancep dildo dimemeknya, udah banjir tuh liat” sambil Andre mendorong ke depan Dian, dan dian seperti mengerti, dia merangkak sambil menggeliat dan mata sayu(karena di memeknya tertancap mesin dildo serta di anusnya masuk but plug”) dian berkata “iiih iya tuan Andre” dan melirik Hendrik “Koh Hendrik, mau ga sama Di” *Plak* suatu tamparan mendarat di pantat Dian “Eh anjing lo dah punya nama lagi, nama lo 13 ngerti!” Andre memaki. Dian pun meringis dan mendatangi Hendrik. “Oke dogy no 13 kesinih, tapi gw lagi ga mau make lo, kebetulan mau kencing, sinih cepet” Hendrik berbicara lantang. Mendengar itu Andre menimpali “Wah gaya bet lo Ndrik, dikasih memek ga mau, malah dikencingin”. Hendrik menjawab sambil menahan kencingnya dan akhirnya lepas di mulut Dian “aaaah, Eh kontol gw gatel klo ngentot ma yang udah mau expired, daging begini pantesnya buat si blacky, hahahahaa”. Dian melotot sambil berusaha menahan air kencing Hendrik dan menelannya seperti orang kehausan.”Hi good dogy” Hendrik teriak lantang.

Apakah yang terjadi? Apakah ada sesuatu dengan Dian? Atau apakah kontok Hendrik digigit Dian?

Dari kejauhan seekor anjing ras Douberman Pinscher berwarna hitam mendekat. “Oh shit, you sucking so great!” Celoteh Hendrik mengomentari Dian yang saat ini sedang mengulum kontol nya. “Dasar kampret, katanya ga mau daging tua, diemut langsung berubah, dah sono entot tuh dogy 13” sambil tersenyum Andre mengomentari. “Hahaha boss, klo lo ada stok yg mudaan dong, ini mah kisut, daging udah mau expired ini jatahnya si blacky” Hendrik membalas komentar andre sembari Dian tetap dengan telaten menjilati kontol Hendrik seperti dia makan permen lolipop sambil melirik kesamping kanan dian melihat seekor doggy hitam mendekat dan dia pun melepas kulumannya “Tuan ampuuuni saya, takut sama anjing, tuan tolong”. “Hahaha tenang aja lo 13, masa sesama anjing takut! Yaudah sini-sini gw jagain, tapi lo nungging ya dan emut ni kontol gw” kata hendrik menjebak. Bodohnya Dian, dia langsung menungging sambil mulai menghisap lagi kontol Hendrik.

Tanpa disadari Dian, seekor Dogy hitam sudah berada persis di belakang pantat dia, dengan pose nungging seperti itu dan ternyata si Blacky juga masa birahi, dengan lidah terhunus keluar, Blacky seperti menahan sesuatu. Hendrik menatap bossnya seperti meminta ijin. Andre mengangguk iya dan tak berapa lama Hendrik menyiulkan sambil memegang tangan Dian dan menahannya supaya tidak berubah dari posisi nunggingnya. Dian llangsung panik, dengan mata melotot dan melirik kebelakang karena dia merasa ada sesuatu yang hangat dan basah melewati lubang belahan memeknya yang sudah tidak rapat lagi. “Astagaaa!! Ampuun tuan, anjing nya gede banget, am.. “ Dian langsung terdiam ketika dildo yg ada dipantatnya sudah dicabut dan menempel di mulutnya sekarang.

Dian menangis, sambil bergelinjang menahan geli karena memek sama pantatnya sedang dijilat-jilat oleh blacky. “Tuaann Andre maaf tuan, aku ga mau sama binatang” celoteh dian sambil nungging dan melirik ke arah Andre. “Apa? Lo ngatur2 gw ? gw mau lo masuk kandang buaya ato macan juga terserah gw!” Andre teriak lantang. Sambil terus menangis menjadi-jadi dian tampak mulai pasrah, dan melirik dengan sedih ke arah Hendrik “Tuan hendrik toloong”. Hendrik pun membalas “yaudah sebentar aja tahan ya” dan ga berapa lama sebuah badan menindih Dian, ga lama juga kontol anjing bernama blacky itu sudah masuk ke liang senggama dian “woooof2” kata nya. Dian teriak menjadi2 ketika memeknya dimasuki kontol blacky, dan dengan cepat kontol itu masuk keluar masuk keluar dengan tempo yang lebih cepat dari manusia. “AAAAAAgh tuaaan sakiiiiit” kata Dian. Doggy tersebut tidak memperdulikan betinanya, tetap masuk dan keluar dengan sekarang lidah blacky menjulur ke arah leher, pungung, rambut. Terlihat dari arah Andre memek Dian sedikit berdarah. “Stop Hendrik, anjing gw bisa mati” Kata Andre. Hendrik berusaha menarik Blacky tapi apalah daya, ketika anjing yang nyaris seukuran kambing itu dalam birahi. Dian menangis sakiit katanya. “Yaudah nikmati aja 13, toh juga bentar lagi kelar” kata Andre. Betul saja ga berapa lama peju blacky menyembur deras ke memek dian. Selesai sudah dalam hati dian berujar. SALAH! Anjing setelah keluar pejantan butuh beberapa menit penisnya untuk mengecil kembali. Sikap dian yang tidak bisa diam menjadi petaka. Blacky spontan menggigit betina nya di bagian tengkuk hingga berdarah. Segera setelah blacky melepas cengkramannya, Hendrik dan Andre menuju Dian yang sudah berdarah-darah. Terlihat 4 lobang seukuran jagung di belakang lehernya.

“Oh tuhan, gila lo Ndrik” kata Andre. Panik Hendrik pun mencari betani dan perban karena darah terus mengucur dari leher Dian. Andre segera telpon supirnya untuk masuk ke ruang tamu. Sambil menangis dian terus menyebut2 nama ibu nya, darah segar turun ke mulut sampai dadanya. “Tuaan tolong” sambil dian menengok ke arah Andre. Selang 5 menit kemudian supir Andre datang, supir itu bernama Budi. Budi berperawakan pendek, hitam, gondrong dan bermuka garang seperti Yayan ruhiman di film The raid series. Budi dengan tenangnya mendatangi 3 orang yang sedang panik tersebut. “Bud, ini gimana? Parah ga” Andre bertanya. Budi dengan sigap melihat mengamati dan tak berapa lama menggeleng dan bilang “Boss ini mah parah, harus diopname atau…” Dian burusaha meringis ke Budi “tolong pak bawa saya, sakiit”. Budi sigap menggendok Dian bukan keluar tetapi ke kamar mandi. “paak ko ke wc” tanya dian dengan lemas. “biar ga becek tu ruang tamu” kata budi. Andre seperti mengiyakan sesuatu. Sambil tersenyum sinis.,,,,,,,,,,,,,,,,

Tamat

Related posts